Rabu, 15 Februari 2012

Closed House


Mengoptimalkan Closed House

Ayam dapat hidup dalam kisaran temperatur, kelembaban dan kualitas udara yang cukup besar. Namun untuk produksi yang efisien, dibutuhkan suatu kondisi temperatur udara, kelembaban, dan kualitas udara yang lain yang optimal pula. Temperatur merupakan salah satu faktor climate yang sangat penting terutama bagi ayam yang masih sangat muda. Sedangkan pada ayam dewasa, temperatur yang terlalu dingin akan menyebabkan feed intake meningkat guna mempertahankan temperatur tubuh. Bila terlalu panas, menyebabkan feed intake yang menurun untuk membatasi produksi panas. Dalam kasus tersebut, dimana udara terlalu panas atau terlalu dingin, akan sulit mendapatkan efisiensi pakan yang baik.
Kondisi climate dalam kandang tidak hanya mempengaruhi kehidupan dan kesehatan ayamnya saja, tetapi juga mempengaruhi pekerjaannya. Efisiensi pakan tidak akan terjadi pada ayam yang tidak sehat sebagai akibat climate dalam kandang yang tidak sesuai, terutama pada ayam muda yang sedang tinggi produksinya baik itu daging ataupun telur.

Relatif humidity

Relatif humidity atau yang dikenal pula sebagai kelembaban relatif udara merupakan faktor kedua yang sangat penting dan berhubungan dengan temperatur udara. Pada temperatur udara tinggi yang disertai kelembaban yang tinggi pula menyebabkan masalah gangguan pengeluaran uap air melalui pernafasan. Kelembabn udara diatas 75% menurunkan tingkat penguapan melalui pernafasan dan menyebabkan “ Heat stress”.
Climate didefinisikan sebagai sejumlah faktor lingkungan yang mempengaruhi fungsi kegiatan hewan ataupun manusia . Jadi climate tidak sekadar temperatur udara, atau kelembaban udara
saja, namun lebih majemuk, menyangkut temperatur, kelembaban, kecepatan aliran udara cahaya, komposisi udara, seperti konsentrasi oxygen, karbon dioksida, karbon monoksida, amonia, nuthane, hydrogen sulfida dan lainnya termasuk debu. Climate dapat dikendalikan oleh manusia , misalnya dengan pemanasan, pendinginan, ventilasi, isolasi, lighting, dan pengendalian lainnya seperti pengendalian tikus, kutu, debu, dan lain-lain.
Dengan pengendalian climate , maka efisiensi dan produktifitas yang dipelihara akan tercapai. Penciptaan climate pada usaha peternakan ayam adalah dengan menggunakan closed house. Sistem kandang modern ini ada yang menggunakan kipas angin, cooling pad, dan yang menggunakan tunnel system. Sistem closed house memiliki keunggulan tersendiri karena mampu
mengendalikan faktor-faktor climate yang sangat mempengaruhi tingkat efisiensi pemeliharaan ayam. Dengan adanya cooling pad dan kipas angin yang berfungsi sebagai exhaust, maka faktor suhu dan kelembaban kandang dapat dikondisikan sesuai dengan tingkat umur ayam. Demikian
juga dengan udara kotor yang disebabkan oleh amoniak, bisa dibersihkan berkat daya sedot exhaust yang terpasang di salah satu sisi kandang.
Seperti apa sesungguhnya syarat-syarat kandang closed house itu ?. Berikut uraian lengkap sistem kandang yang telah diterapkan di beberapa daerah di Indonesia tersebut.
Kecepatan udara merupakan faktor yang sangat menentukan dalam proses pendinginan tubuh ayam. Kalau kita perhatikan grafik “ wind chilled factor' diatas , terlihat betapa kecepatan udara mengalir dalam kandang sangat berpengaruh terhadap proses pendinginan ayam.
Bila kita baca grafik tersebut, terlihat bahwa ketika suhu lingkungan mencapai 35 derajat C dan aliran udara dalam kandang berkecepatan 0,5 meter/detik, maka suhu efektif yang dirasakan ayam setara dengan 32,5 derajat C. Dan jika kecepatan udara yang masuk ke kandang 1 meter/detik , maka suhu efektif yang dirasakan ayam adalah 28 derajat C. Jika kecepatan udara yang masuk ke kandang 1,5 meter/detik, maka suhu efektif yang dirasakan ayam adalah 22,5 derajat C, dan jika kecepatan udara yang masuk ke kandang 2 meter/detik, maka suhu efektif yang dirasakan ayam adalah 18.5 derajat C.

Kecepatan Angin (meter/detik)
Suhu yang dirasakan ayam ( o C )
0
35
0,5
32,5
1
28
1.5
22,5
2
18,5
Suhu optimum bagi ayam sangat bervariasi, tergantung umur ayam. Misalnya untuk DOC , membutuhkan suhu 35 derajat C. Sementara untuk ayam dewasa membuthkan suhu lebih rendah , yakni 20 derajat C. Maka untuk mengkondisikan suhu kandang sesuai dengan tingkat umur ayam, maka kandang closed house harus memperhatikan tingkat kecepatan angin. Untuk itu kandang harus didesain dengan tunnel ventilation system, sehingga memungkinkan udara disedot oleh exhaust fan pada satu sisi tertentu, sementara pada sisi yang lain terdapat lubang udara masuk.
Untuk mengukur kecepatan udara, maka terlebih dahulu harus diketahui volume kandang, sehingga bisa diketahui jumlah exhaust yang akan dipasang berikut kapasitasnya. Sebagai contoh, jika kandang closed house di bangun dengan panjang kandang 120 meter, lebar 14 meter, tinggi 2,5 meter, dan jika exhaust fan yang dipakai berkapasitas 20.000 CFM ( cubic feet minute) atau setara dengan (20.000 CFM x 60 ) / 35.35 = 34.000 m3 per jam, dan kecepatan udara dalam kandang yang diinginkan 2 m/detik dan diganti 1 menit sekali maka volume udara yang melewati dalam kandang dengan kecepatan 2 m / detik adalah sama dengan ( 2 m x 60 detik x 14 meter x 2,5 )m3 per menit = 4.200 m3 per menit. Dengan volume udara sebesar itu, maka dibutuhkan exhaustfan yang berkapasitas 34.000m3/jam atau sama dengan 566 m3/menit. Sehingga jumlah exhaust fan-nya adalah sebanyak 4.200m3/566 = 7.42 buah , dibulatkan menjadi 8 fan (kipas).
Suhu udara diam (C)
Kecepatan Optimal, m/detik
Volume/menit
fan(dibulatkan)
35
2
4.200 m3
8
30
1.5
3.450 m3
6
25
1
2.100 m3
4
20
0.5
1.050 m3
2

Sedangkan untuk mengoprasikan kandang sistem tunnel ventilasi, maka agar dapat berjalan secara efisien maka kecepatan udara dalam kandang harus disesuaikan dengan kebutuhan temperatur optimal ayam. Sebagai contoh, ayam potong atau parent stock pada umur diatas 21 hari , suhu optimal yang dibutuhkan adalah berkisar 18-20 derajat C.
Untuk mengatur kerja dari fan maka perlu dipakai automatic switch (sensor suhu) dan yang bertujuan mengindra suhu dan mngoperasikan fan tersebut sesuai dengan suhu yang terdapat dalam kandang. Seperti yang terlihat pada tabel diatas, bila suhu udara diam dalam kandang sebesar 35 derajat C , maka fan yang harus diaktifkan sebanyak 8 buah. Sedangkan jika suhu udaranya 30 derajat C, maka fan yang aktif 6 buah.

Berbagai variasi kapasitas fan
Ukuran fan ( cm )
Kapasitas fan ( m3 per jam )
Computer fan
85
20 (8 inch)
1020
30(12 inch)
2040
60(24 inch)
8510
90(36 inch)
17000

Panas yang dihasilkan ayam sangat tergantung pada berat ayam per ekor serta jumlah berat ayam yang ada dalam kandang tersebut. Jika kandang closed housed berisi 8000 ekor dengan berat per ekornya 3.8 kg pada suhu 25 derajat C dan kelembaban relatif 70% maka panas yang dihasilkan adalah : 1.06 x 8000 x 3.8 x 60 = 1.933 Kcal/menit.
Perlu diketahui bahwa panas jenis udara adalah 0,3 Kcal/m3. Artinya, untuk menaikan suhu udara bervolume 1 m3 sebanyak 1 derajat C, dibutuhkan kalori sebesar 0,3 Kcal. Dari ketentuan itu, maka karena kandang berkapasitas 8000 ekor tadi menghasilkan panas 1.933 Kcal per menit, maka agar suhu kandang dapat dijaga agar tidak naik lebih dari 1 derajat C, dibutuhkan udara sebanyak : 1 x 1.933 Kcal/0.3 = 6443 m3 per menit.
Nah, bila fan yang ada berkapasitas 34.000 m3/jam atau 566 m3/menit maka dibutuhkan fan sebanyak 1.933/566 = 3.4 fan atau dibulatkan menjadi 4 fan. Jadi kebutuhan fan untuk menjaga suhu kandang tidak naik lebih dari 1 derajat C dibutuhkan 4 fan yang masing-masing memiliki kapasitas 34.000 m3/jam atau 20.000 CFM. Sedangkan untuk mempertahankan kelembaban udara dalam kandang berisi 8000 ekor tadi, maka untuk mengetahui jumlah fan yang dibutuhkan , maka, harus perhitungannya adalah sebagai berikut : karena suhu kandang adalah 25 derajat C dan kelembaban realtif 70% maka kelembaban yang dihasilkan tiap jamnnya adalah 4.4 gram/ Kg atau kalau dalam satuan menit, maka nilai kelembabannya adalah 4,4 gram/60 = 0.073 gram/kg ayam/ menit. Dari angka itu , dapat diketahui bahwa kelembaban  yang dihasilkan ayam per menit dalam kandang adalah sebesar 0.073 gram x 8000 x 3.8 = 2219.2 gram. Setiap 1 kg udara mengandung 0.014 kg uap air pada suhu 25 C dan kelembabannya 80%,  setiap kilogram udara mengandung 0.016 kg uap air atau pada 25 C RH : 70% setiap 1 m3 udara mengandung uap air 1.25 X 0.014 kg= 0.0175 kg/m3= 17,5 gr/m3 dan pada suhu 25 C RH 80% setiap udara mengandung uap air 1,25 x 0,016 kg = 0,02 kg/m3=20 gr/m3. jadi ketika kita akan mempertahankan kelembaban udara agar berada pada nilai 80% maka volume udara yang dipompa dari kandang permenit sebanyak : kelembaban yang dihasilkan per menit oleh ayam pada suhu 25 derajat C = 2229 gr/menit. Sedangkan perubahan kelembaban dari 70% ke 80% pada suhu 25 derajat C membutuhkan air sebanyak 20-17.5 gram = 2.5 gr/m/m3 udara. Dari angka itu, dapat diketahui bahwa volume udara yang dibutuhkan menyerap kelembaban yang diproduksi ayam adalah sebesar 2229/2.5= 892 m3 per menit, atau jika dikonversi ke dalam jumlah fan, setara dengan 892/566 = 1.57 fan atau dibulatkan menjadi 2 fan.Jika  Suhu kandang 30 Cdan  RH 80% , uap air /m3 udara = 27.5 gr/m3, sedangkan kita menginginkan Suhu 30 C dan RH menjadi 85% , uap air /m3 udara = 28.75 gr/m3, selisih 1.25 gr/m3 udara, maka perhitungan fan yang dibutuhkan adalah : 2229 gr/menit : 1.25 gr = 1783 m3/menit, atau setara dengan 1783 / 566 = 3.15 yang masing-masing berkapasitas 20000 CFM atau 34000 m3/jam.
 Jadi bila melihat kebutuhan fan, maka pada prinsipnya adalah : 
1. Kebutuhan untuk antisipasi humidity adalah kebutuhan paling kecil/minimal.
2. Kebutuhan untuk mengantisipasi panas adalah kebutuhan yang lebih besar dari antisipasi kelembaban.
3. kebutuhan untuk wind chilled factor (pendinginan) adalah kebutuhan yang paling besar/maksimal.
4. Yang menentukan wind Chilled factor adalah volume kandang, semakin kcil volume kandang, semakin sedikit pula kebutuhan fan, serta semakin menghemat energi. 



Suhu udara (C)
Panas yang diproduksi per kg Ayam/detik (dalam watt)
Kelembaban yang diproduksi per kg ayam/ jam ( dalam watt)
Panas yang diproduksi per kg ayam detik ( dalam calori)
Kelembaban yang diproduksi per kg ayam/ jam ( dalam callori)
15
5.2
3.7
1.25
3.7
20
4.9
4
1.18
4
25
4.4
4.4
1.06
4.4
30
3.5
4.9
0.84
4.9

Kebutuhan ayam meliputi comfort zone dan air speed.
  • Menyediakan tekanan yang merata dilantai/litter akan memberikan kondisi yang nyaman kepada ayam untuk berkembang secara maksimus dan uniform.
  • Target airspeed sekarang ini adalah 3 m /sec.
  • Chill effect yang dirasakan oleh ayam sangat dipengaruhi oleh ukuran tubuh ayam. Semakin besar ukuran tubuh ayam maka chill efect akan dirasakan lebih sedikit.
  • Target pencapaian temperature, harus selalu mempertimbangkan kondisi humidity.
  • Target feeling temperature yang nyaman pada ayam produksi adalah 21 derajat C, kondisi saat ini apabila rata-rata air speed 2 m /sec dengan asumsi chill efect 2 derajat C per 1 m/detik atau 4 derajat C per 2 m/detik maka akan diperoleh chill efect 4 derajat C. maka maksimum temperature yang bisa ditoleransi hanya 25 derjat C ( 21 + 4 ) untuk kandang yang non cooling pad, sedangkan untuk yang colling pad 29 derajat C ( 21 + 4(chill factor) +4 (cooling efect)).
Heat Stress Index

Deplesi bisa terjadi akibat kurangnya wind speed kurang dari 2.5 m/detik atau akibat kurangnya kerja fan pada suhu 26-27 dan diperparah oleh kelembaban yang tinggi. Angka 170 merupakan batas index berbahaya. Angka dalam tabel diperoleh dari penjumlahan angka pada kolom temperatur dan baris kelembaban.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar